Seni Pergerakan

Seni Pergerakan

Ketertarikan-ketertarikan yang mendalam

Bag.1

dscn35161

Semua berawal dari penglihatan yang seksama. Dalam bilik otak dan ruang hati orang-orang besar ia meningkat menjadi perenungan yang mendalam. Dalam nuansa pandang orang-orang besar, penglihatan itu tidak sekedar melintas, tapi meresap dalam hati, berbuah keprihatinan-keprihatinan karena kebaikan akal budi dan kasih sayang kepada umatnya. Dengan bertumpu pada keyakinan akidah yang kuat, penglihatan-penglihatan itu mendorong orang-orang besar untuk mencari kebenaran sejati.

Seorang pemuda gagah dengan begitu berani menghancurkan sekumpulan benda tandingan-tandingan Tuhan yang diyakininya. Tentunya dengan keberanian dan kecerdasan. Sebelumnya telah diawali dengan perenungan dan pencarian sungguh-sungguh untuk mengenali siapa sebenarnya Tuhan yang pantas untuk disembah. Lihatlah bagaimana sebuah penglihatan yang mendalam memainkan perannya. Dialah Nabi Ibrahim AS.

Seorang anak..ah rasanya tidak apabila dilihat dari kecerdasan dan kedewasaan emosinya, tepatnya ia disebut seorang pemuda cerdas meskipun baru berumur 12 tahun. Penglihatannya yang seksama selama ini mendorongnya untuk melihat hal lain di luar sana. Rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar mengatakan “ Mengapa kau pergi tanpa diriku? Ijinkan aku untuk menemani perdaganganmu ini, wahai paman tercinta.”

Perjalanan jauhnya terasa dinikmati betul. Panas teriknya padang pasir bukan hal yang membuatnya menangis layaknya anak kecil yang berekreasi dan kehabisan bekal. Bukan,..perjalanan jauhnya kali ini bukan sekedar rekreasi. Penglihatan-penglihatan sekitarnya akan meningkat menjadi perenungan. Dan perenungan itu tidak sedikit yang berujung pada keprihatinan akan kondisi umatnya kala itu. Penglihatan-penglihatan itu berujung pula pada ketertarikan-ketertarikan yang memberinya begitu banyak pengalaman berharga, hingga kelak di usia 25 tahun di kala pemuda seusianya baru belajar berdagang, Beliau sudah memimpin kafilah pedagang, dengan kepercayaan yang begitu besar dari seorang wanita suci, wanita yang Allah sudah menyediakan rumahnya di syurga dari bambu yang begitu indah, dan tiada kebisingan. Wanita penghuni syurga yang paling utama. Kelak wanita ini akan menjadi pendampingnya yang sangat setia mendukung setiap perjuangannya. Wanita mulia itu Khadijah binti khuwailid dan pemuda berahlak mulia itu Rasulullah Muhammad SAW.

Rupanya semua berawal dari penglihatan, meningkat pada perenungan, tentunya dengan disertai ketertarikan-ketertarikan yang mendalam. Ketertarikan-ketertarikan yang tulus. Semua penglihatan, semua permasalahan menjadi sumber inspirasi untuk sebuah cita-cita besar dan mulia. Tentunya dengan diiringi ketertarikan-ketertarikan. Tentunya hanya bagi orang-orang yang berjiwa besar. (ano.abid)

One Response

  1. assalamu’alaikum, salam kenal bro…

Leave a Reply